Kemenhub Tanggapi Tingginya Minat Maskapai Internasional terhadap Penumpang Umrah

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:02:02 WIB
Kemenhub Tanggapi Tingginya Minat Maskapai Internasional terhadap Penumpang Umrah

JAKARTA - Pasar jamaah umrah Indonesia kembali menarik perhatian maskapai internasional. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyebut tingginya permintaan penumpang umrah mendorong banyak airline asing bersaing untuk mengangkut jamaah ke Arab Saudi. “Begitu banyak penumpang umrah dan begitu banyak airline yang ingin mengangkut umrah,” ujar Lukman saat peluncuran Indonesia Aviation Association di Hotel Mulia, Jakarta.

Dominasi Maskapai Saudi dan Porsi Emirates

Menurut Lukman, maskapai asal Arab Saudi kini mengangkut hingga 80% penumpang umrah Indonesia. Selain itu, Emirates juga memanfaatkan peluang pasar melalui penerbangan tidak langsung dengan hub regional, seperti Bali.

Perbedaan Data Pemerintah dan Maskapai

Data Kementerian Agama menunjukkan jumlah penumpang umrah lebih besar daripada klaim maskapai. Lukman menyatakan maskapai mengklaim mengangkut sekitar 55% penumpang umrah, tetapi pemerintah mencatat angkanya mencapai 75% khusus untuk tujuan Arab Saudi. “Ini Saudi saja, 75%. Umrah ke Saudi,” tegas Lukman.

Kebijakan Tegas Pemerintah Terhadap Maskapai Asing

Meski pasar menjanjikan, pemerintah tetap selektif memberikan izin penerbangan asing. Emirates, misalnya, belum diperbolehkan menggunakan Airbus A380 untuk rute Jakarta karena tidak memenuhi syarat penggunaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) di Indonesia, keterlibatan kru lokal, dan kontribusi terhadap kota. “Saya minta tiga hal: bagaimana MRO-nya di Indonesia, bagaimana menggunakan kru orang Indonesia, dan bagaimana kotanya nambah. Kalau tiga ini tidak dipenuhi, saya tidak keluarkan izin,” kata Lukman.

Kerja Sama Maskapai Lain dengan SDM Indonesia

Maskapai lain dianggap lebih kooperatif dengan mempekerjakan banyak pilot dan kru dari Indonesia. Qatar memiliki sekitar 90 pilot Indonesia, sementara Etihad sekitar 40 pilot. Sementara itu, Emirates hanya memiliki enam pilot Indonesia dan satu kru dalam operasionalnya.

Kendala Operasional Airbus A380 dan Penumpang Lansia

Lukman menekankan risiko penerbangan besar dengan keterbatasan kru lokal, terutama bagi penumpang umrah lansia. “Airbus A380 itu besar. Kalau cuma satu kru Indonesia, ini bisa jadi masalah, apalagi penumpang umrah kita jumlahnya besar dan sebagian lansia,” jelasnya. Ia menambahkan kendala komunikasi antara kru asing dan jamaah lanjut usia kerap terjadi, mulai dari bahasa hingga pelayanan di dalam kabin.

Terkini